Es wird ein WUNDER geben, wenn wir GLAUBEN

Jumat, 27 Juni 2025

Visa Sprachkurs

Berikut adalah panduan lengkap pengajuan visa Sprachkurs (kursus bahasa Jerman), termasuk proses pembuatan Termin (janji temu visa), alur aplikasi, dan tips penting:

1. Persiapan Awal: Dokumen

Sebelum membuat termin, pastikan kamu sudah menyiapkan dokumen penting:

  • Surat konfirmasi kursus bahasa di Jerman (min. 18 jam/minggu)

  • Bukti pembiayaan (Sperrkonto atau surat jaminan)

  • Paspor + foto biometrik

  • Asuransi kesehatan

  • Bukti akomodasi

  • Surat motivasi (mengapa ikut kursus bahasa)

  • Formulir permohonan visa nasional

(Lihat daftar lengkap dokumen di jawaban sebelumnya bila butuh.)

2. Buat Termin (Janji Temu) di Kedutaan

Cara membuat termin visa Sprachkurs:

  1. Kunjungi situs resmi Kedutaan Jerman di Indonesia:
    https://jakarta.diplo.de

  2. Masuk ke bagian Visa Nasional > Kursus Bahasa

  3. Klik link pendaftaran Termin → langsung ke sistem:
    Formulir Termin Jerman

  4. Pilih kategori:
    👉 Visa Nasional > Kursus Bahasa (Sprachkurs)

  5. Isi data:

    • Nama lengkap (sesuai paspor)

    • Nomor paspor

    • Email aktif (untuk konfirmasi)

    • Tempat dan tanggal lahir

Kamu akan menerima email konfirmasi masuk daftar tunggu. Tunggu email kedua yang berisi tanggal dan waktu wawancara.

3. Lokasi Wawancara

  • Kedutaan Besar Jerman – Jakarta
    Jl. M.H. Thamrin No.1, Jakarta Pusat
    (Datang tepat waktu dan bawa dokumen lengkap + fotokopinya)

4. Proses & Waktu Tunggu

  • Waktu tunggu termin: 2–8 minggu (tergantung musim)

  • Proses visa setelah wawancara: ± 4–8 minggu

  • Ajukan visa 3 bulan sebelum tanggal mulai kursus untuk aman

Tips Tambahan:

  • Pastikan kursus bahasamu intensif dan terdaftar resmi

  • Jangan beli tiket pesawat sebelum visa disetujui

  • Gunakan asuransi privat (Mawista, Care Concept) yang berlaku sebelum kamu resmi jadi mahasiswa


Untuk visa Sprachkurs Jerman, kamu harus ambil kursus bahasa intensif (≥ 18 jam/minggu) dari lembaga yang diakui oleh Kedutaan/Kedutaan Jerman dan Imigrasi Jerman (BAMF). Berikut beberapa opsi terpercaya:

Lembaga & Kursus Resmi

1. Goethe‑Institut

2. Kursus Terakreditasi telc

3. TestDaF / DSH

  • Digunakan untuk skala B2–C1, terutama jika ingin melanjutkan studi.

  • Diadakan di pusat pengujian di universitas, Goethe‑Institut, dan pusat bahasa lainnya en.wikipedia.org.

4. Integrationskurs / Kurse BAMF

5. VHS (Volkshochschule)

Tips Memilih

  • Pastikan kursus ≥ 18 jam/minggu (intensif) untuk visa Sprachkurs en.wikipedia.org+2deutschakademie.de+2reddit.com+2.

  • Sekolah harus bisa memberikan surat konfirmasi resmi (lokasi, durasi, jadwal).

  • Pilih tes yang sesuai kebutuhan:

    • Visa Sprachkurs membutuhkan sertifikat A1–B1 (minimal).

    • Persiapan studi butuh B2–C1 (TestDaF/DSH atau Goethe C1).

  • Lembaga seperti Goethe‑Institut, telc-certified, dan pusat bahasa universitas biasanya cepat dan diakui penuh.

Rekomendasi Awal

  1. Goethe‑Institut: Investasi lebih mahal, tapi kelas berkualitas dan pengakuan tertinggi.

  2. VHS + ujian telc: Solusi lokal murah dengan sertifikat resmi.

  3. Sekolah bahasa swasta + telc/TestDaF: Fleksibel dan cocok persiapan studi.


Susun berkas sesuai dengan MERKBLATT (silahkan klik)

Membuat Sperrkonto

Untuk membuat Sperrkonto (rekening blokir), kamu perlu membuka rekening di bank Jerman atau penyedia resmi yang bekerja sama dengan otoritas imigrasi Jerman. Rekening ini menunjukkan kamu punya dana cukup untuk hidup selama program kamu yang kamu ambil di Jerman.

Apa Itu Sperrkonto?

Sperrkonto adalah rekening bank khusus di mana dana kamu diblokir dan hanya bisa diambil bulanan setelah kamu tiba di Jerman (misalnya, €934/bulan). Ini bukti kamu mampu membiayai diri sendiri tanpa beban negara.

Jumlah Minimum (2025)

  • €11.208 per tahun (sekitar €934 per bulan × 12 bulan)

  • Beberapa bank meminta kamu menyetor lebih dari jumlah itu untuk biaya admin, asuransi, dll.

Langkah-langkah Membuka Sperrkonto

1. Pilih Penyedia Sperrkonto

Penyedia yang umum dan diakui Kedutaan Jerman:

Expatrio dan Fintiba adalah yang paling populer dan praktis untuk pelajar internasional.

2. Daftar Online

  • Buat akun di situs penyedia (misalnya, Fintiba/Expatrio)

  • Upload dokumen: paspor, LoA (jika diminta)

  • Lengkapi data diri

3. Transfer Dana

  • Setelah mendapat nomor rekening blokir, transfer dana (misalnya €11.208) + biaya admin (~€50–100).

  • Transfer melalui bank lokal atau transfer internasional seperti Wise, Western Union, atau Remitly.

4. Terima Konfirmasi Pembukaan

  • Kamu akan menerima "Confirmation of Blocked Account Opening" atau "Blocking Confirmation Letter" via email atau PDF.

  • Ini yang dibawa saat wawancara visa.

Setelah Tiba di Jerman

  • Daftar alamat (Anmeldung)

  • Buka rekening bank biasa (Girokonto)

  • Aktifkan akses bulanan dari Sperrkonto ke rekening pribadi


Berikut adalah panduan lengkap membuka Sperrkonto melalui Expatrio — salah satu penyedia terpercaya dan diakui Kedutaan Jerman untuk visa pelajar:

LANGKAH-LANGKAH MEMBUKA SPERRKONTO DI EXPATRIO

1. Buka situs resmi Expatrio

2. Buat Akun dan Daftar Layanan

  • Klik "Start Now" atau "Open Your Blocked Account"

  • Isi data pribadi:

    • Nama lengkap (sesuai paspor)

    • Negara asal

    • Alamat email

    • Tanggal lahir

  • Pilih tujuan visa: Student Visa

  • Pilih layanan: Blocked Account Only atau paket lengkap (Value Package dengan asuransi, dll.)

3. Isi Data untuk Pembuatan Rekening

  • Masukkan:

    • Nomor paspor

    • Tanggal masuk ke Jerman

    • Lama tinggal

  • Expatrio akan menghitung jumlah dana yang perlu disetor (biasanya: €11.208 untuk 12 bulan, atau lebih jika kamu minta dana bulanan lebih besar).

4. Terima Detail Transfer & Transfer Dana

  • Setelah verifikasi, kamu akan menerima:

    • Nomor rekening blokir

    • Instruksi transfer internasional

  • Transfer dana sesuai jumlah + biaya administrasi (~€49).

    • Gunakan bank lokal atau layanan seperti Wise/Remitly (lebih hemat).

5. Dapatkan Konfirmasi Pembukaan Rekening

  • Setelah dana diterima, kamu akan mendapat dokumen penting:

    • "Blocking Confirmation" PDF – dokumen resmi untuk visa.

  • Dokumen ini bisa langsung kamu lampirkan saat wawancara visa di Kedutaan.

6. Setelah Tiba di Jerman

  • Lakukan:

    • Anmeldung (daftar alamat tempat tinggal)

    • Buka rekening bank biasa (Girokonto) untuk menerima dana bulanan dari Sperrkonto.

  • Aktivasi transfer bulanan dari Sperrkonto ke rekening Giro.

Dokumen yang Dibutuhkan

  • Paspor (scan)

  • Surat penerimaan dari universitas (kadang tidak wajib saat awal)

  • Alamat email aktif

Keunggulan Expatrio:

  • Proses cepat dan 100% online

  • Diakui oleh semua Kedutaan Jerman

  • Bisa satu paket dengan asuransi kesehatan dan visa support letter


Setelah kamu tiba di Jerman dan sudah melakukan Sperrkonto (rekening blokir), ada beberapa langkah penting untuk mengaktifkan dan mengakses dana di rekening blokirmu. Berikut panduan singkatnya:

>> Panduan Aktivasi Sperrkonto Setelah Tiba di Jerman

1. Lakukan Anmeldung (Registrasi Alamat)

  • Kunjungi kantor pendaftaran warga (Bürgeramt) di kota tempat tinggalmu.

  • Daftar alamat tempat tinggal (Wohnenmeldung) dalam waktu 1-2 minggu setelah tiba.

  • Dapatkan Meldebescheinigung (surat keterangan domisili).

Ini wajib karena bank dan pihak imigrasi memerlukan alamat resmi untuk melanjutkan proses.

2. Buka Girokonto (rekening bank biasa) di Jerman

  • Pergi ke bank (misalnya Deutsche Bank, Commerzbank, Sparkasse).

  • Buka rekening giro untuk menerima transfer dana bulanan dari Sperrkonto.

  • Bawa paspor, Meldebescheinigung, dan dokumen Sperrkonto.

3. Aktifkan Transfer Bulanan dari Sperrkonto

  • Hubungi penyedia Sperrkonto (Expatrio/Fintiba) untuk mengaktifkan pembayaran bulanan.

  • Biasanya lewat portal online mereka, kamu harus:

    • Upload Meldebescheinigung

    • Upload rekening Giro yang sudah kamu buka

  • Setelah verifikasi, dana bulanan akan ditransfer otomatis ke Girokonto kamu (biasanya €934/bulan).

4. Gunakan Aplikasi & Portal Online

  • Gunakan aplikasi Expatrio/Fintiba untuk:

    • Melihat saldo Sperrkonto

    • Memantau transfer bulanan

    • Mengunggah dokumen yang diperlukan

5. Pantau dan Simpan Bukti Transaksi

  • Simpan bukti transfer setiap bulan sebagai dokumen pendukung jika diminta Imigrasi atau universitas.

Tips Penting

  • Jangan lupa melakukan Anmeldung karena tanpa alamat resmi, Sperrkonto tidak bisa diaktifkan.

  • Proses aktivasi bisa memakan waktu beberapa hari sampai minggu.

  • Jangan menarik uang Sperrkonto sekaligus karena dana hanya boleh diakses bulanan sesuai aturan.

Kuliah di Jerman

>> Ingin kuliah di Jerman adalah pilihan yang sangat baik, karena sistem pendidikannya berkualitas tinggi dan banyak universitasnya tidak memungut biaya kuliah (terutama untuk program S1 dan S2 di universitas negeri). Berikut adalah langkah-langkah dan persiapan yang perlu kamu lakukan:

1. Tentukan Program Studi dan Universitas

  • Pilih jurusan yang kamu minati.

  • Cek universitasnya melalui situs seperti DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst).

  • Tentukan apakah kamu ingin kuliah di Universität (lebih teoritis) atau Fachhochschule (lebih praktis).

2. Periksa Kualifikasi Akademik

  • Lulusan SMA dari Indonesia biasanya tidak langsung memenuhi syarat masuk ke universitas Jerman.

  • Umumnya kamu harus:

    • S1: menyelesaikan 1 tahun kuliah di universitas di Indonesia, atau

    • Masuk Studienkolleg (program persiapan setahun di Jerman).

  • Lihat detailnya di situs resmi Anabin atau DAAD.

3. Persiapkan Bahasa

  • Untuk kuliah dalam Bahasa Jerman:

    • Minimal sertifikat B2 atau C1 (TestDaF, DSH, Goethe-Zertifikat).

  • Untuk kuliah dalam Bahasa Inggris:

    • Sertifikat TOEFL/IELTS (misal: IELTS minimal 6.5).

  • Banyak program Master sudah tersedia dalam Bahasa Inggris.

4. Persiapkan Dokumen

5. Daftar ke Universitas

  • Bisa daftar langsung ke universitas atau melalui platform Uni-Assist.

  • Periksa deadline: biasanya Mei–Juli (Winter Semester), Desember–Januari (Summer Semester).

6. Persiapkan Dana dan Bukti Keuangan

  • Kamu harus menunjukkan bukti dana hidup sekitar 11.208 Euro per tahun (per 2025).

  • Disimpan di rekening blokir (Sperrkonto) di bank Jerman atau lembaga yang diakui.

7. Ajukan Visa Pelajar (Studentenvisum)

  • Ajukan di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.

  • Dokumen utama: LoA dari universitas, bukti keuangan, paspor, asuransi kesehatan, dll.

8. Cari Tempat Tinggal dan Asuransi

  • Bisa tinggal di asrama mahasiswa (Studentenwohnheim) atau apartemen pribadi.

  • Asuransi kesehatan wajib (bisa daftar dengan TK atau asuransi swasta Jerman).

9. Terbang ke Jerman dan Registrasi

  • Setelah tiba, kamu harus:

    • Registrasi alamat di Bürgeramt

    • Daftar ulang ke universitas (matrikulasi)

    • Mengajukan izin tinggal (Aufenthaltstitel)


>> Berikut adalah daftar dokumen lengkap yang biasanya dibutuhkan untuk kuliah di Jerman (program S1 maupun S2), mulai dari pendaftaran universitas hingga pengajuan visa pelajar:

1. Dokumen untuk Pendaftaran Universitas (via Uni-Assist atau langsung ke kampus)

Wajib untuk Semua Jenjang:

  • Ijazah terakhir (SMA untuk S1, Sarjana untuk S2) – legalisir & diterjemahkan (Jerman/Inggris).

  • Transkrip nilai – legalisir & diterjemahkan.

  • Paspor yang masih berlaku

  • CV (Curriculum Vitae) – format Eropa disarankan.

  • Motivation Letter (Surat Motivasi) – jelaskan alasan dan tujuan kuliah.

  • Sertifikat bahasa:

    • Untuk program bahasa Jerman: Goethe B2/C1, TestDaF, atau DSH

    • Untuk program bahasa Inggris: IELTS/TOEFL

  • Surat rekomendasi akademik (umumnya untuk S2)

  • Foto ukuran paspor (biometrik)

2. Dokumen untuk Visa Pelajar (Studentenvisum)

  • Surat penerimaan (LoA) dari universitas atau Studienkolleg

  • Bukti keuangan (Sperrkonto) senilai sekitar €11.208 (per tahun)

  • Asuransi kesehatan (minimal 3 bulan pertama)

  • Formulir aplikasi visa pelajar (diisi online atau manual)

  • Foto biometrik visa

  • Surat motivasi untuk visa

  • Bukti akomodasi sementara di Jerman (konfirmasi tempat tinggal/sewa)

  • Surat keterangan pendidikan sebelumnya (legalisir ijazah dan transkrip)

  • Itinerary penerbangan (tidak selalu wajib, tapi kadang diminta)

Tambahan (opsional/tambahan tergantung universitas atau kedutaan):

  • Daftar riwayat sekolah (Schulzeugnisse) atau riwayat kuliah

  • Surat magang/sertifikat pengalaman kerja (jika relevan)

  • Bukti pembayaran biaya Uni-Assist (jika mendaftar melalui mereka)

  • Pernyataan keaslian dokumen (kadang diminta)


>> Untuk membuat janji (Termin) visa pelajar Jerman, kamu harus mengikuti prosedur resmi melalui Kedutaan Besar Jerman di Jakarta atau konsulat terdekat. Berikut langkah-langkahnya:

Cara Membuat Termin Visa Pelajar (Studentenvisum)

1. Kunjungi Situs Resmi Kedutaan Jerman

2. Buka Halaman Pendaftaran Termin

  • Langsung ke halaman layanan visa pelajar (biasanya disebut: Terminvergabe Studentenvisum).

  • Link langsung (cek update): Formulir Pendaftaran Termin

3. Isi Formulir Pendaftaran Termin

  • Data yang diminta biasanya meliputi:

    • Nama lengkap (sesuai paspor)

    • Nomor paspor

    • Email aktif (untuk konfirmasi)

    • Alamat tempat tinggal di Indonesia

    • Tipe visa: Studentenvisum

    • Tanggal lahir

📌 Pastikan email yang kamu pakai aktif dan benar, karena konfirmasi dan undangan wawancara akan dikirim ke sana.

4. Terima Email Konfirmasi

  • Setelah mengisi formulir, kamu akan menerima email konfirmasi pendaftaran.

  • Ini bukan jadwal wawancara langsung, tapi tanda kamu masuk dalam daftar tunggu (waiting list).

5. Tunggu Undangan Resmi

  • Kamu akan dihubungi lagi melalui email jika sudah mendekati giliran.

  • Email kedua akan memuat:

    • Tanggal dan waktu wawancara

    • Lokasi (Kedubes Jerman Jakarta)

    • Daftar dokumen yang harus dibawa

Catatan Penting:

  • Antrian bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, jadi daftar sedini mungkin.

  • Jangan beli tiket pesawat atau buat komitmen sebelum visa keluar.

  • Prioritas bisa berbeda tergantung musim aplikasi (biasanya padat Mei–Agustus).






Sistem Pendidikan di Jerman

 Sistem pendidikan di Jerman sangat terstruktur dan memiliki pendekatan yang berbeda dibanding banyak negara lain, terutama dalam hal tracking siswa berdasarkan kemampuan dan minat sejak dini. Berikut adalah gambaran utamanya:

1. Pendidikan Dasar (Grundschule) – Kelas 1–4

  • Anak-anak mulai sekolah pada usia 6 tahun.

  • Setelah kelas 4, siswa dibagi ke jalur pendidikan menengah berdasarkan prestasi dan rekomendasi guru.

2. Pendidikan Menengah (Sekundarstufe I & II)

Terdapat tiga jalur utama setelah Grundschule:

a. Hauptschule (kelas 5–9 atau 10)

  • Fokus pada pelatihan praktik.

  • Lulusan biasanya masuk ke pelatihan kejuruan (apprenticeship).

b. Realschule (kelas 5–10)

  • Campuran akademik dan praktik.

  • Lulusan bisa melanjutkan ke pelatihan kejuruan atau sekolah lanjutan.

c. Gymnasium (kelas 5–12/13)

  • Jalur akademik yang menyiapkan siswa untuk kuliah.

  • Berakhir dengan ujian Abitur, syarat masuk universitas.

Catatan: Beberapa negara bagian memiliki model sekolah terpadu (Gesamtschule) yang menggabungkan ketiga jalur di atas.

3. Pendidikan Kejuruan (Berufsausbildung)

  • Sistem dual (Duale Ausbildung): siswa belajar di sekolah kejuruan sambil magang di perusahaan.

  • Sangat dihargai di Jerman dan menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai.

4. Pendidikan Tinggi

a. Universität

  • Fokus akademik dan teoritis.

  • Menawarkan program sarjana (Bachelor), magister (Master), dan doktoral (PhD).

b. Fachhochschule (Universitas Ilmu Terapan)

  • Lebih terapan dan praktis, sering bekerja sama dengan industri.

  • Cocok bagi yang ingin cepat masuk dunia kerja.

Pendidikan tinggi di Jerman nyaris gratis, bahkan untuk mahasiswa internasional di banyak negara bagian.

5. Sistem Penilaian

  • Skala 1 sampai 6 (1 = sangat baik, 6 = sangat buruk).

  • Nilai 4 adalah batas lulus.

Budaya Kerja Di Jerman

Budaya kerja di Jerman dikenal sangat profesional, terstruktur, dan efisien. Berikut adalah ciri-ciri utama budaya kerja di sana:

1. Ketepatan Waktu adalah Segalanya

Karyawan diharapkan datang tepat waktu untuk rapat, pertemuan, dan mulai kerja sesuai jam. Keterlambatan dianggap tidak profesional.


2. Struktur dan Hirarki Jelas

Organisasi di Jerman umumnya memiliki struktur yang kaku dengan garis wewenang yang jelas. Keputusan sering diambil oleh manajemen atas setelah proses analisis yang hati-hati.


3. Fokus pada Efisiensi dan Produktivitas

Waktu kerja dimanfaatkan seoptimal mungkin. Multitasking tidak selalu didorong—lebih baik menyelesaikan satu tugas secara menyeluruh.


4. Profesional dan Formal

Hubungan kerja cenderung formal. Penggunaan gelar akademik penting dan sering digunakan dalam percakapan profesional. Gaya berpakaian juga biasanya rapi dan konservatif.


5. Work-Life Balance Dihargai

Meskipun pekerja Jerman dikenal rajin, mereka juga sangat menjaga batas antara kehidupan kerja dan pribadi. Lembur jarang dan tidak selalu dianggap positif.


6. Komunikasi Langsung dan Terbuka

Mereka menyukai komunikasi yang jelas, jujur, dan berbasis fakta. Kritik disampaikan secara langsung tapi dengan niat membangun.


7. Perencanaan Jangka Panjang

Segala sesuatu, termasuk proyek kerja, biasanya direncanakan dengan matang dan jauh-jauh hari. Improvisasi spontan kurang disukai di lingkungan profesional.


8. Loyalitas dan Keamanan Kerja

Banyak pekerja Jerman loyal terhadap satu perusahaan selama bertahun-tahun. Sistem kerja kontrak jangka panjang dan perlindungan pekerja sangat kuat di Jerman.

Karakteristik Orang Jerman

 Berikut beberapa karakteristik umum yang sering diasosiasikan dengan orang Jerman:

1. Tepat Waktu

Orang Jerman sangat menghargai ketepatan waktu. Terlambat dianggap tidak sopan, baik dalam konteks profesional maupun pribadi.

2. Disiplin dan Terorganisir

Kedisiplinan tinggi tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal bekerja, mengikuti aturan, dan merencanakan sesuatu secara rinci.

3. Jujur dan Langsung

Orang Jerman cenderung berbicara secara lugas dan langsung ke inti persoalan. Mereka menghargai kejujuran dan tidak suka basa-basi yang berlebihan.

4. Menghargai Privasi

Privasi sangat penting. Mereka cenderung menjaga jarak secara sosial sampai benar-benar mengenal seseorang.

5. Rasa Tanggung Jawab Tinggi

Orang Jerman umumnya memegang teguh tanggung jawab pribadi dan profesional. Jika mereka mengatakan akan melakukan sesuatu, biasanya akan ditepati.

6. Cinta Alam dan Kegiatan Luar Ruangan

Banyak orang Jerman menikmati jalan-jalan di hutan, bersepeda, atau hiking. Alam dan lingkungan hidup juga sangat dihargai.

7. Kecintaan terhadap Kualitas

Baik dalam hal barang, makanan, maupun pekerjaan, mereka menghargai kualitas tinggi dan presisi, yang tercermin dalam produk-produk “Made in Germany”.

8. Kolektif Tapi Individualistis

Meski masyarakatnya terorganisir dan menghargai aturan bersama, nilai individualisme (kebebasan dan kemandirian pribadi) juga kuat dalam budaya Jerman.

Hal Yang Harus Kamu Lakukan Ketika Baru Tiba Di Jerman

Meskipun Au-Pair, Ausbildung, dan FSJ/BFD (Freiwilliges Soziales Jahr / Bundesfreiwilligendienst) adalah program yang berbeda, semua peserta dari luar Jerman wajib melakukan serangkaian langkah administratif saat tiba di Jerman.

Berikut ini adalah checklist lengkap yang berlaku untuk semua kategori (Au-Pair, Ausbildung, FSJ/BFD):

1. Anmeldung – Lapor Diri ke Kantor Kependudukan

  • Wajib dilakukan dalam 14 hari sejak kedatangan.

  • Tempat: Bürgeramt / Einwohnermeldeamt di kota tempat tinggal.

  • Dokumen:

    • Paspor

    • Konfirmasi tempat tinggal (dari host family, WG, atau pemilik apartemen)

    • Formulir Wohnungsgeberbestätigung (wajib!)

Hasilnya: Meldebescheinigung (surat domisili), sangat penting untuk semua urusan berikutnya.

2. Buka Rekening Bank

  • Dibutuhkan untuk menerima uang saku / gaji / tunjangan.

  • Dokumen:

    • Paspor

    • Meldebescheinigung

  • Bank umum: Sparkasse, Deutsche Bank, Commerzbank, N26

💡 Au-Pair kadang dibantu host family. Peserta Ausbildung & FSJ biasanya buka rekening sendiri.

3. Daftar atau Konfirmasi Asuransi Kesehatan

  • Asuransi WAJIB untuk semua orang di Jerman.

  • Tipe asuransi tergantung status:

    • Au-Pair: biasanya didaftarkan oleh host family (privat, seperti Mawista, CareConcept)

    • Ausbildung: wajib pakai asuransi publik (TK, AOK, dll)

    • FSJ/BFD: disediakan organisasi atau tempat tugas (biasanya publik)

4. Datang ke Kantor Imigrasi (Ausländerbehörde)

  • Untuk:

    • Konfirmasi izin tinggal (Aufenthaltstitel)

    • Perpanjangan visa jika dibutuhkan

  • Dokumen:

    • Paspor + visa

    • Meldebescheinigung

    • Kontrak Au-Pair / Ausbildung / FSJ/BFD

    • Bukti asuransi

    • Foto biometrik

Biasanya kamu akan mendapatkan Kartu Izin Tinggal (Aufenthaltstitel) dalam bentuk plastik.

5. Urus Steuer-ID (Nomor Pajak)

  • Dikirim otomatis beberapa hari setelah Anmeldung lewat pos.

  • Penting untuk:

    • Didaftarkan ke kantor kerja

    • Pembayaran gaji

    • Deklarasi pajak (jika perlu)

6. Beli Kartu SIM Lokal

  • Gunanya: komunikasi dengan host family, kantor, kolega, dll.

  • Provider murah: Aldi Talk, Lebara, Vodafone, Telekom, O2

  • Paket mulai dari €10/bulan.

7. Daftar Transportasi Umum

  • Rekomendasi: beli Deutschlandticket – hanya €49/bulan, bisa digunakan ke seluruh Jerman dengan transportasi regional.

  • Kadang FSJ/BFD atau Azubi dapat subsidi dari tempat kerja.

8. Mulai Program:

  • 🎓 Ausbildung: mulai pelatihan di perusahaan dan Berufsschule (sekolah kejuruan).

  • 🧑‍🤝‍🧑 FSJ/BFD: mulai bertugas di tempat sosial (rumah sakit, panti, taman kanak-kanak, dll).

  • 👩‍👧 Au-Pair: mulai bantu jaga anak dan tugas ringan di keluarga.

9. Daftar Kursus Bahasa Tambahan (Opsional tapi direkomendasikan)

  • Untuk semua jalur, kalau level bahasa belum kuat, kamu bisa:

    • Ikut Integrationskurs (gratis/subsidi)

    • Kursus privat (Goethe, VHS, dll)

    • Belajar sendiri via app (Duolingo, Babbel, dll)

RINGKASAN CHECKLIST UMUM

TugasKategori yang Wajib
✅ AnmeldungSemua
✅ Buka rekening bankSemua
✅ Daftar asuransi kesehatanSemua
✅ Konfirmasi izin tinggalSemua
✅ Urus Steuer-IDSemua
✅ Beli SIM CardSemua
✅ Tiket transportasiSemua
✅ Mulai program (kerja/belajar)Semua
✅ Kursus bahasa opsional
Semua



Disarankan untuk melapor diri ke KBRI atau KJRI setelah kamu tiba di Jerman, meskipun tidak wajib secara hukum. Tapi pelaporan ini sangat penting untuk perlindungan dan pendataan warga negara Indonesia di luar negeri.

>> Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Lapor Diri ke KBRI/KJRI:

1. Data kamu tercatat secara resmi di perwakilan RI

  • Jika terjadi keadaan darurat (bencana, konflik, masalah hukum, kehilangan paspor), KBRI/KJRI bisa melacak dan membantu kamu lebih cepat.

2. Mudah mengurus dokumen

  • Kalau kamu mau memperpanjang paspor, bikin SKCK luar negeri, surat nikah, atau dokumen legal lain, kamu harus terdaftar dulu.

3. Syarat pendaftaran pemilu

  • Supaya kamu bisa ikut pemilu luar negeri (DPSLN), kamu harus lapor diri.

4. Dukungan komunitas dan info kegiatan

  • Banyak kegiatan pelajar/WNI yang diumumkan via KBRI/KJRI, seperti pertemuan PPI, pelatihan, atau perayaan hari nasional.

>> Cara Lapor Diri

Online:

  • Masuk ke situs peduliwni.kemlu.go.id

  • Pilih menu Lapor Diri

  • Isi data diri, unggah dokumen (paspor, visa, dll)

  • Pilih lokasi: KBRI Berlin, KJRI Frankfurt, Hamburg, atau KJRI lainnya

Atau datang langsung:

  • Bawa:

    • Paspor

    • Visa/residence permit

    • Meldebescheinigung (jika sudah punya)

    • Kontrak kerja atau Ausbildung/FSJ/Au-Pair

>> Perwakilan Indonesia di Jerman:

WilayahPerwakilan RI
Berlin & sekitarnyaKBRI Berlin
NRW, Rheinland-Pfalz, SaarlandKJRI Frankfurt
Bayern, Baden-WürttembergKJRI Frankfurt / Stuttgart (perwakilan terbatas)
Hamburg, Bremen, Niedersachsen, Schleswig-HolsteinKJRI Hamburg

Melek Investasi Generasi Muda Indonesia

>>  Apa Itu Investasi? Investasi => menanamkan uang dalam berbagai instrumen dan mengambil hasil di masa depan                -...